Facebook

header ads

Lahan Relokasi Ditentukan, Pertimbangkan Keinginan Warga dan Faktor Keamanan


GemaSuara, Ponorogo - Kang Bupati Sugiri Sancoko memutuskan lahan relokasi yang akan dibangun untuk warga yang terdampak tanah gerak di Dukuh Sumber, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.

Pemilihan lahan dan teknis relokasi dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang dilakukan di Ruang Bantarangin, Gedung Graha Krida Praja Ponorogo, Rabu (06/02/2023). Rakor itu melibatkan banyak pihak, antara lain BPBD Ponorogo, Perhutani, DPUPKP, dan perwakilan warga.

Terkait lahan relokasi, Kang Bupati mengakomodir keinginan warganya. Namun tetap tidak boleh meninggalkan kajian teknisnya, terutama terkait faktor keamanan.

"Kami akomodir, tapi kita lihat dulu kajian teknisnya, mulai kebencanaan, ekonomi, infrastruktur, dan mekanisme hukumnya. Kita akan pilih yang terbaik," katanya.

Dari empat lahan relokasi yaitu Lungur Mojo, Ngebrak, Lungur Jati, dan Tapas, warga menginginkan Lungur Mojo. Lahan itu milik Perhutani dengan luas sekitar 12 hektar.

"Lungur Mojo dekat dengan aktivitas perekonomian mereka yaitu bercocok tanam, mencari rumput, dan menyadap pinus. Jika lahan relokasi jauh, mereka bisa kehilangan mata pencaharian," terangnya.

Sembari melakukan relokasi, recovery lahan - lahan yang terdampak juga dilakukan. Sehingga keamanan 139 jiwa yang direlokasi lebih terjamin. Tak menunggu lama, relokasi akan segera dilakukan, bahkan minggu depan diproyeksi sudah melakukan peletakan batu pertama. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar